Antisipasi Nataru Ditreskrimsus Polda Sumsel Chek BBM ke SPBU

Palembang213 Dilihat

Palembang Sumatera Selatan,(25/12) – Sebagai langkah antisipasi terjadinya penyelewengan distribusi BBM bersubsidi, personel unit 2 subdit IV tipidter ditreskrimsus polda Sumsel melakukan giat di beberapa SPBU di Palembang.

Hasilnya tidak ditemukan adanya penyimpangan BBM bersubsidi pada SPBU yang didatangi tersebut.

Beberapa SPBU di datangi anggota ditreskrimsus polda sumsel di antaranya SPBU 24.301.03 di Jalan Demang Lebar Daun Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat (IB.1) Palembang.

Menurut kasubdit IV tipidter ditreskrimsus polda Sumsel AKBP Tito Dani giat dilakukan untuk mengetahui dan mengecek numlah stok dan ketersediaan BBM baik Subsidi maupun non subsidi menjelang nataru.

Selama turun ke SPBU petugas melakukan wawancara, klarifikasi sekaligus mengimbau pemilik dan para karyawan SPBU agar mendistribusikan BBM sesuai peruntukannya ungkap Tito.

Hasil dari wawancara yang dilakukan terhadap pengawas SPBU dipastikan stok BBM baik subsidi maupun non-subsidi dalam keadaan mencukupi dan belum adanya penambahan ataupun pengurangan oleh pihak Pertamina.

Kepada Pihak SPBU 24.301.03 di himbau agar dalam hal melakukan Penjualan / pendistribusian BBM subsidi jenis solar kepada para konsumen haruslah sesuai dengan peruntukan dan peraturan yang berlaku (PP Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan harga jual eceran BBM).

AKBP Tito Dani menyarankan kepada pihak SPBU untuk mengatur antrian para konsumen yang melakukan pembelian BBM Subsidi dan non subsidi di SPBU 24.301.03 agar tidak terjadi kemacetan di bahu jalan raya sehingga tidak mengganggu aktivitas berlalu lintas di jalanan raya.

Ditambahkan pula keterangan pengawas SPBU 24.301.03, Meldi Yusman didapatkan penjelasan untuk BBM bersubsidi jenis solar setiap harinya dikirim sebanyak 16 ton.

Sedangkan untuk BBM subsidi jenis pertalite (kompensasi) dari Pertamina setiap harinya dikirim sebanyak 24 ton stok BBM subsidi dan non-subsidi di SPBU ini masih dalam kategori mencukupi.

Untuk pengiriman dari Pertamina memang seringkali terjadi keterlambatan mengakibatkan terjadinya antrian panjang hingga beberapa waktu lamanya lanjut Meidi. (Rijal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *