Kayu MDF Asal Sumsel  Ekspor ke Mesir

Palembang443 Dilihat

Palembang,Kabarsumsel.com – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Palembang kembali memfasilitasi ekspor kayu medium density fibreboard (MDF) asal Sumatera Selatan (Sumsel) sebanyak 12,746 ribu meter kubik dengan nilai ekonomis Rp. 46,7 miliar dengan tujuan negara Mesir  (11/3/22).

“Dukungan pemerintah daerah dan kerjasama petani dan pelaku usaha yang sinergis, sehingga produk berkualitas dan pasar dapat terus berkelanjutan, “ungkap Hafni Zahara, Kepala Karantina Pertanian Palembang saat menyerahkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) kepada Eksportir Kayu MDF.

Menurut Hafni, kayu MDF tetap rutin diekspor ke Mesir, karena permintaan negara tersebut akan produk olahan asal sub sektor kehutanan ini tidak pernah surut malahan meningkat.

Fasilitasi ekspor berupa jaminan keamanan dan kesehatan sesuai standar internasional ini merupakan persyaratan negara tujuan ekspor. Sebelum diekspor pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina guna memastikan kayu MDF tersebut sehat, aman dan diterima negara tujuan.

Lebih lanjut Hafni menjelaskan,  kayu MDF menjadi salah satu produk unggulan  di pasar ekspor karena banyak manfaat.  Kayu MDF yang terbuat dari serpihan kayu dipadatkan dan produknya berbentuk lembaran menyerupai papan, dapat diolah menjadi funiture seperti kursi, lemari, meja, dll.

Dari data IQFAST Karantina Pertanian Palembang, tercatat fasilitasi ekspor  kayu MDF  selama  tahun 2020 sampai dengan tahun 2021 sebanyak  268,338 ribu meter kubik dengan nilai ekonomis Rp. 762 miliar serta frekuensi pengiriman 142 kali, ke negara tujuan yaitu Mesir, Lebanon, China, Malaysia, India dan Irak

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang menyebutkan bahwa sejalan dengan tugas strategis yang diberikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL – red) untuk mengawal Gratieks supaya  ekspor komoditas pertanian meningkat pihaknya akan selalu mendorong kayu MDF asal Sumsel yang sudah memiliki pasar ekspor.

Kami akan  melakukan pendampingan teknis  pada petani, serta percepatan layanan ekspor bagi eksportir kayu MDF dengan  memberikan kemudahan dalam perijinan. “tentu dengan tetap menjaga kemanan dan kualitas komoditas yang diekspor sesuai dengan  persyaratan negara tujuan,” pungkas  Bambang (ettri puspita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *