Anak Tidak Bisa Calistung Dasar, Novita Lesa Gencar Cekoki Huruf Alfabet Pada Anak

Daerah305 Dilihat

Empat Lawang, kabarsumsel.com

Menjadi seorang guru bukan hanya bertugas mengajar sesuai bahan ajar saja, lalu tugaspun selesai. Tidak, sungguh tidak demikian. Selain mengajar baca tulis untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD), guru juga punya peran besar dalam membentuk karakter seorang anak setelah orang tua. Mau jadi apa karakter seorang anak bergantung dengan cara didik dari orang tua beserta gurunya di sekolah.

Novita Lesa, salah seorang mahasiswi dari Universitas Bengkulu (UNIB) ialah salah satu dari 20.000 mahasiswa se Indonesia yang mendaftar program Kampus Merdeka dari Kemendikbud. Saat ini Lesa diberikan kesempatan untuk mengajar di kelas 3, SD N 24 Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang.

Penasaran dengan pengalaman mengajar yang Lesa rasakan? Simak kisah selengkapnya di bawah ini.

Ada banyak pengalaman mengajar yang dialami oleh Lesa selama kurang lebih 1 bulan mengajar di SD N 24 Pendopo sebagai bagian dari program Kampus Mengajar.

Selama proses mengajarnya, Lesa memutuskan untuk fokus di calistung dasar.

Salah satu pengalaman yang unik, menantang dan menggugah hati ialah ketika ada satu orang anak yang setiap kali diberi tugas anak itu selalu diam serta mengumpulkan tugas pasti di urutan terakhir. Terlebih lagi jawaban anak itu tak ada yang benar.

Lesa penasaran dan setelah dicari tahu ternyata anak tersebut sama sekali belum hafal huruf alfabet dari A-Z. Anak ini satu-satunya di kelas yang belum bisa alfabet. Alhasil si anak mendapatkan perhatian khusus dari Lesa.

“Anak ini wajib mendapatkan perlakuan khusus, karena dia bener-benar jauh tertinggal dari teman-temannya,” kata Lesa.

Dengan semangat, setiap hari Lesa gencar mencekoki huruf alfabet kepada anak tersebut. Setiap pertemuan di akhir kelas, Lesa mewajibkan anak itu menyetorkan huruf alfabet dan diulang-ulang sampai tiga kali. Barulah anak tersebut boleh pulang.

“Aku minta tulis semua alfabet dan diulang sampai tiga kali juga,” ujarnya.

Mengejutkan, ternyata anak itu hafal huruf alfabet namun belum tahu bentuk tulisannya seperti apa.

“Singkat cerita, sekarang anak ini sudah hafal dan bisa menulis ulang alfabet lengkap, hanya saja huruf Y kadang sering terlupa,” tutur Lesa.

Lesa bahagia melihat perkembangan anak tersebut. Ia merasa tugasnya sebagai seorang guru masih sangat banyak. Ada sekitar 15 anak di kelas 3, SD N 24 Pendopo yang harus ia ajar. Meski anak yang dulunya belum kenal huruf alfabet itu menjadi prioritas utama, namun tidak menghilangkan perhatiannya kepada anak-anak yang lain.

“Saya sangat menikmati menjadi seorang guru. Semoga anak-anak di sekolah ini di masa depan menjadi orang-orang hebat,” harap Lesa. (mB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *