Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo Hadiri Apel Karhutbunla 2026

Berita64 Dilihat

 

Muba, kabarsumsel.com –  Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, S.H., S.I.K., M.I.K., menghadiri Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2026 yang digelar di Pendopoan Bupati sebagai bentuk kesiapan menghadapi musim kemarau dan ancaman bencana asap.

Dandim 0401/Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Dr. M. Iqbal Alisyahbana, S.STP., M.M., Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs. Syafaruddin, M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Muba Marco Susanto, SSTP., M.Si., Wakapolres Muba, para Pejabat Utama Polres Muba, para Kapolsek jajaran Polres Muba, Kalaksa BPBD kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, OPD Kabupaten Muba serta unsur TNI, Polri, Damkar, BPBD, Manggala Agni, Tagana, Dinas Kesehatan, perusahaan perkebunan, Masyarakat Peduli Api hingga Pramuka Turut Hadir dalam Kegiatan Apel Tersebut.

Dalam amanatnya, Bupati Musi Banyuasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur TNI, Polri, BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh pihak yang hadir dalam apel tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan dan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Bupati menjelaskan, berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 264/KPTS-BPBD Tahun 2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 serta prediksi BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, awal musim kemarau diperkirakan dimulai pada Mei 2026 dengan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026. Curah hujan diprediksi berada pada kategori normal hingga di bawah normal dengan potensi hari tanpa hujan berturut-turut selama 20 hari, khususnya di wilayah lahan gambut.

Ia mengungkapkan, pengalaman tahun 2024 menjadi pelajaran berharga ketika luas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Musi Banyuasin mencapai 4.036 hektare atau sekitar 25 persen dari total luas kebakaran di Sumatera Selatan. Namun berkat kerja keras seluruh pihak, pada tahun 2025 luas kebakaran berhasil ditekan menjadi 986 hektare.

“Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih cukup tinggi. Tahun ini kondisi kemarau diprediksi lebih kering dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, tidak ada toleransi terhadap keterlambatan maupun ketidakmaksimalan dalam penanggulangan karhutla,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa pengendalian karhutbunlah tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten, melainkan harus melibatkan kecamatan, desa, perusahaan hingga elemen masyarakat. Mengingat luas lahan gambut di Kabupaten Musi Banyuasin mencapai sekitar 694 ribu hektare, dampak kebakaran tidak hanya dirasakan masyarakat Muba, tetapi juga dapat meluas hingga Palembang, Jambi bahkan negara tetangga.

Kepada perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri, Bupati meminta agar lebih proaktif dalam upaya pencegahan dan pemadaman. Menurutnya, semangat gotong royong yang selama ini diterapkan di Kabupaten Musi Banyuasin harus menjadi role model nasional.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan tujuh prioritas pengendalian karhutbunlah tahun 2026, yakni sinkronisasi penanganan dari tingkat provinsi hingga desa, pembagian tugas yang jelas kepada seluruh stakeholder, penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelaku pembakaran lahan, optimalisasi alat pertanian kelompok tani untuk mendukung pemadaman, penguatan sarana dan personel perusahaan, aktivasi posko-posko kebakaran serta pemanfaatan dana desa untuk mendukung pengendalian kebakaran.

“Seluruh peralatan yang digelar harus dipastikan berfungsi dengan baik. Pompa harus hidup, selang tidak boleh bocor, dan personel harus memahami tugasnya. Saat api datang, tidak ada waktu lagi untuk gladi,” ujarnya.

Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, diharapkan seluruh personel dan sarana prasarana yang dimiliki dapat dimaksimalkan sehingga Kabupaten Musi Banyuasin mampu terbebas dari bencana asap dan keluar dari daftar daerah penyumbang asap terbesar di Sumatera Selatan.

Sementara itu, Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo bersama jajaran Polres Muba menyatakan siap mendukung langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutbunlah melalui sinergitas bersama TNI, pemerintah daerah, perusahaan serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga Kabupaten Musi Banyuasin tetap aman dan terbebas dari bencana asap pada tahun 2026.

“Secara tegas, kami mendukung dan menyatakan siap dalam pencegahan. karhutbunlah di kab. Muba”Tutupnya Kasi Humas Polres Muba AKP Hutahaean mewakili Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *