Anak OKU Selatan Dilanda “Demam” Lato Lato

Daerah263 Dilihat

Muaradua, Kabarsumsel.com – Mainan anak Lato-lato kini hampir setiap jam melintas di berada media sosial. Mainan lawas ini kembali muncul mengisi keseharian anak khususnya di wilayah Muaradua Kabupaten OKU Selatan, Minggu (1/1/2023).

Diketahui Posisinya berhasil menggantikan mainan Pipa Led Light Up (selang bersinar) yang sempat ngehits beberapa pekan.

 

Mainan ini makin viral setelah Presiden RI Ir. H. Joko Widodo main lato-lato saat berkunjung di Pasar Subang ditemani Gubernur Jabar Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Bahkan tidak hanya β€œmeracuni” anak-anak, lato-lato juga mulai menjangkiti orang dewasa.

 

Lato-lato sudah ada sejak 1960 an. Mainan unik dan sederhana ini sangat populer di Amerika Serikat.

 

Bentuknya sangat sederhana. Hanya dua bandul plastik padat berbentuk bola yang ditautkan pada tali. Cara mainnya sangat mudah. Cukup menggoyangkan tali ke atas dan kebawah, supaya dua bandul plastik saling bertabrakan dan menghasilkan suara tok.. tok.. tok.

 

Tedy Wijaya (33) Salah seorang ayah di OKU Selatan sempat dibuat bingung oleh kelakuan putri cantiknya yang masih berumur 4 tahun tak berhenti menangis, Setelah di tanya ternyata putri cantiknya tersebut ingin dibelikan lato lato seperti teman temannya.

 

“Jadi jujur saja kita berdua (istrinya), sempet bingung ini anak kok gak berenti nangis, mungkin karena anak saya belum tau nama mainan yang dimaksud “lato-lato” jadi kita agak kesulitan mengartikan apa kepingin anak saya tersebut. Lanjut sambung Tedy (ayah dari putri cantik bernama Gendis Alea Wijaya), setelah kita tanya dengan temannya ternyata minta dibelikan lato lato seperti teman temannya. Wah wah ternyata demam lato lato sampe juga ke Muaradua ungkap tedy dengan istrinya.

 

Diketahui Di Indonesia ada dua jenis lato-lato. Di era 90-an, lato-lato dilengkapi tangkai plastik sepanjang 10 cm untuk pegangan. Namun di era sekarang, tuas tangkai plastik hanya menggunakan tali dan ditambah dengan cincin plastik.

 

Meski beda bentuk, namun cara mainnya tetap sama. Serta resikonya juga sama, Sama-sama bikin kepala benjut. (Alpian Patria Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *